25 Variasi Lovebird yang Patut Anda Kenal - Lovebird atau burung cinta ialah salah satu macam burung yang mempunyai warna paling cantik dan menawan. Maka tak heran, Lovebird tak jarang dikembangbiakkan oleh para penghobi burung hanya untuk mencari warna-warna baru dan langka. Semakin langka warna Lovebird, karenanya harga jualnya kian tinggi.
Kendati demikian, pada dasarnya Lovebird hanya terdiri dari sembilan ragam saja, seperti Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis), Lovebird Topeng (Agapornis personata), Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae), Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis), Lovebird Fischer (Agapornis fischeri), Lovebird Abisinia (Agapornis taranta), Lovebird Madagaskar (Agapornis cana), Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria), dan Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana).
Tapi, seiring berjalannya waktu, Lovebird kerap disilangkan untuk mewujudkan warna mutasi bulu. Sebagian ragam Lovebird yang kerap disilangkan untuk mewujudkan warna mutasi antara lain, Lovebird Muka Salem, Lovebird Fischer, dan Lovebird Topeng.
Nantinya, setiap variasi Lovebird tadi akan menjadikan warna mutasi baru yang pelbagai jenis. Sedangkan halnya, Lovebird Muka Salem bisa mewujudkan banyak varian warna mutasi, di antaranya Lovebird Lutino, Lovebird Australian Cinnamon, Lovebird Biru Pastel, Lovebird Blorok/Pied, dan Lovebird Albino. Sementara, warna mutasi Lovebird Topeng yaitu Lovebird Biru, seperti yang dikutip dari Sumber-Burung.
Ada lagi hasil mutasi Lovebird yang lebih mengesankan, ialah Lovebird Parblue (Partial Blue). Lovebird variasi ini tergolong langka dan harganya amat mahal. Harga Lovebird Parblue yang menonjol indah dan eksotik bisa dibanderol sebesar Rp 15 juta – Rp 20 juta per ekornya.
Nah, lebih jelasnya, kami akan menunjukkan ragam-ragam variasi Lovebird tercantik komplit dengan gambarnya.
1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)
Lovebird Muka Salem paling gampang ditemui di sebelah selatan Afrika, Namibia, dan Angola. Lovebird jenis ini memiliki perawakan tubuh yang indah. Bagian tubuh komponen bawah berwarna hijau kekuningan. Lazimnya, bulu dahi dan komponen belakang mata berwarna merah. Lalu, pada komponen pipi, leher, dan dada berwarna pink. Sementara, sayap Lovebird Muka Salem berwarna hijau, tapi bagian ujungnya berwarna kebiruan.
2. Lovebird Topeng (Agapornis personata)
Pantas namanya, Lovebird Topeng mempunyai warna gelap di komponen muka. Oleh sebab itu, ia dipanggil Lovebird Topeng. Burung ini pertama kali ditemukan di Timur Laut Tanzania dan dibudidayakan pertama kali di Kenya. Lovebird Topeng memiliki warna dominan hijau. Walaupun begitu, pada bagian dada lazimnya berwarna kuning. Sayangnya, Lovebird jenis ini amat susah dibedakan mana jantan dan betina sebab keduanya hampir sama.
3. Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae)
Lovebird Nyasa punya nama panggilan lain, yaitu burung Lovebird Lilian. Burung yang memiliki warna bulu dominan hijau ini sekiranya disilangkan akan menjadikan warna mutasi yang unik, yakni Lovebird Biru dan Lovebird Lutino. Jikalau Anda tertarik, Anda bisa menemukan banyak Lovebird Nyasa di kawasan Tanzania, Malawi, Mozambik, Zambia tenggara dan Zimbabwe Utara.
4. Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis)
Apabila diamati sekilas, Lovebird Pipi Hitam hampir sama dengan Lovebird Topeng. Tetapi, ternyata sesudah dilihat dengan saksama, yang berwarna hitam cuma komponen pipinya saja. Untuk bagian tubuhnya, hampir keseluruhan berwarna hijau kekuning-kuningan. Burung seperti ini paling menyenangi tinggal di daerah hutan gugur di dekat perairan dan daerah yang banyak mempunyai habitat seperti itu ialah Zambia serta air terjun Victoria, Zimbabwe.
5. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)
Lovebird Fischer pertama kali ditemukan oleh Gustav Fischer yang berasal dari Jerman. Burung ini menonjol begitu cemerlang dengan perpaduan warna merah, orange, kuning, dan hijau. Lovebird Fischer saat ini cukup banyak ditemui di Indonesia. Tapi, kalau Anda berkeinginan menemukannya lebih banyak, Anda dapat berkunjung ke habitat autentik Lovebird Fischer, ialah di tempat Afrika komponen timur, tengah, selatan, tenggara, dan di danau Victoria Tanzania utara.
6. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta)
Lovebird Abisinia tampak agak monoton sebab hanya mempunyai perpaduan dua warna saja, yakni hijau tua dan hitam. Tetapi, jangan salah, Lovebird Abisinia termasuk Lovebird yang paling besar di antara Lovebird yang lain. Kecuali itu, yang membikin Lovebird Abisinia menarik yaitu warna dahinya yang berwarna orange kemerahan. Habitat autentik burung ini berlokasi di komponen selatan Eritrea hingga barat daya negara Ethiopia.
7. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana)
Seandainya Lovebird Abisinia diketahui sebagai Lovebird paling besar, nah sekarang akan kami perkenalkan dengan Lovebird paling kecil, yaitu Lovebird Madagaskar. Sebetulnya, Lovebird Madagaskar bukan burung yang paling kecil. Hanya saja, ukuran tubuhnya relatif lebih kecil jika dibandingi dengan sahabat sebayanya. Bobot tubuhnya saja, sekitar 30 gram. Kecuali itu, macam Lovebird yang satu ini juga sungguh-sungguh gampang dikenali karena cuma mempunyai kombinasi warna hijau dan abu-abu saja. Burung ini amat sulit ditemukan di Indonesia sebab dia tinggalnya di pulau Madagaskar, Afrika.
8. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria)
Masih ingat dengan Lovebird yang dahinya merah? Nah, kali ini berbeda. Karena, yang merah bagian mukanya. Mungkin banyak orang menduga, dia termasuk jenis burung pemalu, tetapi hakekatnya Lovebird Muka Merah tak demikian. Sejak lahir bagian muka dan dahinya sudah berwarna merah. Sekiranya tubuhnya rata-rata berwarna hijau kekuning-kuningan. Populasi Lovebird Muka Merah bisa ditemukan di tempat pesisir pantai Afrika tengah hingga bagian barat Ethiopia.
9. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana)
Lovebird Kerah Hitam termasuk burung Cinta yang langka. Burung ini dapat dikenali dari komponen kerahnya yang berwarna hitam dan lehernya yang berwarna kecoklatan. Tapi, yang paling dominan ialah warna hijau. Di samping itu, ukuran tubuhnya hampir sama dengan Lovebird Madagaskar. Meskipun seperti itu, tetap saja, yang terkecil yaitu Lovebird Madagaskar. Kalau berharap berjumpa dengan Lovebird Kerah Hitam, Anda dapat mengunjungi bagian khatulistiwa negara Afrika.
10. Lovebird Pastel
Lovebird Pastel kerap kali menjadi burung incaran para penggemar Lovebird. Pasalnya, warna bulunya cenderung lebih kalem atau soft sekiranya dibandingi dengan yang lain. Bila lazimnya warna Lovebird itu hijau tua dan kuning, karenanya Lovebird Pastel akan tampil dengan warna hijau muda dan kuning muda. Meskipun seperti itu, ada Lovebird yang warnanya lebih muda dari Pastel, yaitu Dilute. Lovebird jenis Dilute sering kali disebut dengan Lovebird yang memiliki warna bulu yang telah mencair. Nah, Lovebird Pastel yang paling umum dijumpai di Indonesia antara lain, Lovebird Pastel Ijo (Pasjo), Lovebird Pastel Kuning (Paskun), Lovebird Pastel Biru (Pasblue).
11. Lovebird Cobalt
Lovebird Cobalt lebih dikenal masyarakat dengan Lovebird berwarna biru. Karena, hampir keseluruhan bagian tubuhnya berwarna biru (telur asin). Cuma komponen kepala hingga leher yang berwarna abu-abu. Melainkan, ada jenis burung lain yang mirip dengan Lovebird Cobalt, yakni Lovebird Biru Violet. Lovebird jenis ini sama-sama memiliki bulu berwarna biru, cuma saja komponen kepalanya berwarna hitam lengkap dengan kaca mata yang menawan. Kemudian bagian leher dan dada Lovebird Biru Violet biasanya berwarna putih.
12. Lovebird Batman
Pernah mendengar jenis Lovebird Batman? Sedangkan namanya, Lovebird ini mempunyai warna yang cenderung gelap yaitu abu-abu dan putih. Meskipun tidak sepenuhnya berwarna gelap atau hitam, tetapi banyak penggemar burung yang menyebutnya Lovebird Batman. Sekiranya sudah dewasa, Lovebird Batman akan nampak seperti Batman sungguhan. Pasalnya, bagian sayapnya sudah berubah menjadi hitam pekat.
13. Lovebird Merah
Lovebird Merah yakni warna mutasi dari Lovebird variasi lain. Sayangnya, untuk mendapatkan Lovebird Merah betul-betul susah sekali. Kalaupun ada, tidak segala bulunya berwarna merah. Lazimnya, warna merah di bulunya diselingi dengan warna orange, kuning, dan putih. Kalau sangat sulit didapatkan, wajar saja bila harga Lovebird Merah cukup mahal. Untuk Lovebird Merah yang masih muda umumnya dibanderol sekitar Rp 1 jutaan. Harga segitu untuk Lovebird yang warna merahnya tercampur dengan warna lain atau blorok. Seandainya warnanya polos merah, mungkin lebih mahal lagi.
14. Lovebird Albino
Beberapa dari Anda pasti sudah pernah mengamati Lovebird Albino. Ya, Lovebird dengan warna bulu putih polos ini memang cukup unik karena tak mempunyai ragam warna lain. Jika orang menyukai burung jenis ini sebab kelihatan bersih. Lovebird Albino cukup langka di Indonesia, tetapi harganya tidak semahal Lovebird Merah. Sekiranya harga Lovebird Merah mencapai Rp 1 jutaan saat masih muda, karenanya harga Lovebird Albino cuma Rp 700 ribuan saja.
15. Lovebird Olive
Lovebird Olive yaitu salah satu dari tiga jenis Lovebird berwarna hijau. Lovebird warna hijau ada tiga macam, di antaranya Hijau Standard atau WildColour, Dark Green (Hijau Tua), dan Double Dark Green (DD Green) atau biasa disebut Olive. Jadi, kalau Anda menjumpai Lovebird dengan warna hijau yang sangat tua, sudah pasti itu ialah Lovebird Olive. Bagian warna hijau ini tak menyelimuti keseluruhan tubuhnya, melainkan hanya komponen dada, sayap, punggung, sampai ujung ekor saja. Untuk kepalanya sendiri, umumnya berwarna orange, kuning, dan pink.
16. Lovebird Parblue
Lovebird Parblue merupakan akronim dari kata Partial Blue (sebagian biru). Ini artinya Lovebird Parblue mempunyai warna bulu yang beberapa biru, namun untuk kepala umumnya cukup kontras dengan warna birunya. Setelah, warna kepala dapat berwarna kuning, orange, dan putih. Lovebird Parblue pertama kali ditemukan oleh Felix de Valle dari Amerika. Variasi itu, Lovebird Parblue dikembangkan ke daratan Eropa, sampai hasilnya sampai ke Indonesia. Jenis Lovebird Parblue yang paling tenar di dunia merupakan Lovebird Fischer Parblue dan Lovebird Persotana Parblue.
Untuk mencetak Lovebird Parblue, sebenarnya tak terlalu susah melainkan dana yang dikeluarkan cukup besar. Pasalnya, indukan untuk mewujudkan Lovebird Parblue umumnya mahal. Selain Anda berharap menciptakan Lovebird Parblue seharga Rp 30 juta, maka Anda wajib membeli Lovebird Biola seharga Rp 10 juta dan Lovebird Parblue seharga Rp 10 juta.
Nantinya, kalau Anda mujur, maka anakannya ialah Lovebird Biola Parblue yang bisa dijual seharga Rp 30 juta. Selain itu, sekiranya Anda berharap mencetak Lovebird Parblue Personata, Anda bisa menyilangkan Lovebird Parblue dengan Lovebird Batman.
17. Lovebird Blorok
Lovebird Blorok termasuk salah satu variasi Lovebird yang unik. Karena, warna bulunya tak senantiasa memiliki dominan warna tertentu. Warna bulu Lovebird Blorok biasanya semburat antara warna putih dengan warna yang lain. Beberapa jenis Lovebird Blorok merupakan Lovebird Parblue Blorok dan Lovebird Merah Blorok. Lovebird jenis ini amat mudah dikenali karena warnanya tampak seperti gradasi dari warna-warna yang lain.
Untuk menjadikan warna Lovebird Blorok, Anda mesti menyilangkan macam Lovebird yang berbeda. Kalau, menyilangkan Lovebird Lutino dengan Lovebird Dakori. Nantinya, kemungkinan anakan Lovebird yang muncul yaitu Lovebird Blorok hijau atau Lovebird Green Series.
18. Lovebird Halfsider
Lovebird Halfsider ialah Lovebird yang paling langka dan sungguh-sungguh sulit dikembangbiakkan. Lovebird ragam ini mempunyai perpaduan warna yang unik, merupakan separuh warna putih setengahnya lagi warna kuning. Jadi, jikalau dipandang dari samping, seperti terdapat dua ekor burung dalam satu kandang. Keunikan perpaduan Lovebird Halfsider juga cukup aneh karena berada tepat di tengah-tengah garis tubuhnya. Untuk harga, tak perlu ditanyakan lagi. Bila Lovebird biasa harganya Rp 750 ribu, maka harga Lovebird Halfsider dapat menempuh 20 kali lipat dari harga Lovebird awam.
19. Lovebird Lutino
Lovebird Lutino diketahui mempunyai warna bulu dominan kuning dan merah. Lazimnya, bagian tubuhnya berwarna kuning, sementara bagian kepala berwarna merah atau orange. Burung ini termasuk mempunyai poin jual karena warnanya yang cerah. Lovebird Lutino berusia 2 – 3 bulan dipasarkan seharga Rp 400 ribu, sementara Lovebird Lutino umur 5 – 6 bulan bisa menempuh Rp 700 ribu. Lovebird tipe ini juga sering kali diikutkan laga, terpenting pertandingan kecantikan warna dan kicauan.
Ragam Lovebird Lutino sendiri cukup pelbagai, seperti Lovebird Lutino Golden Cherry (warna kuning, mata gelap), Lovebird Lutino Albino (warna putih, mata merah), Lovebird Lutino (warna kuning mata merah), Lovebird Cinnamon (kecokelatan), dan Lovebird Pied (Bercak-bercak atau blorok).
Untuk mencetak Lovebird Lutino, paling gampang dengan mengawinkan Lovebird pejantan hijau normal dengan Lovebird Lutino betina. Lazimnya, kombinasi pasangan Lovebird ini akan mendapat anakan Lovebird Lutino dengan tingkat akurasi 60 persen pada generasi pertama.
20. Lovebird Australian Cinnamon
Lovebird Australian Cinnamon lebih mirip dengan Lovebird Pastel, di mana warna bulunya lebih soft dan kalem. Melainkan, jika keduanya disejajarkan, maka yang paling kelihatan soft adalah Lovebird Australian Cinnamon. Pasalnya, hampir keseluruhan warna tubuh Lovebird Australian Cinnamon menonjol lebih muda dari warna bulu Lovebird yang lain. Bila dilihat dari jarak jauh, sepertinya varian warnanya tak akan terlihat dan lebih jelas terlihat warna putihnya saja.
21. Lovebird Violet
Lovebird Violet adalah tipe Lovebird yang mengubah warna blue normal di area sponge menjadi warna violet. Lovebird Violet mempunyai factor (penurunan sifat) single (SF) dan Double (Double). Untuk mencetak mutasi warna Lovebird Violet, salah satu indukan wajib jenis Lovebird Violet, baik itu jantan ataupun betina.
Ciri-ciri Lovebird Violet memiliki warna bulu biru keunguan atau yang lazim disebut Violet. Warna bulu tersebut nampak di bagian sayap dengan ujung berwarna hitam. Tidak, di bagian perut Lovebird berwarna putih, kepalanya dominan hitam, dan paruh putih pucat atau orange tua.
Saat cuma itu, Lovebird Violet mempunyai varian warna lain yang dinamakan Lovebird Pastel Violet. Warna bulu variasi Lovebird ini dominan putih namun ada warna pastel violet di komponen punggung dan sayapnya. Harga Lovebird Violet dibanderol mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung tempat dan usianya.
22. Lovebird Biola
Salah satu jenis Lovebird yang paling mahal adalah Lovebird Biola atau Opaline Fischeri. Mahalnya harga Lovebird Biola tidak lepas dari ketersediaannya yang cukup sulit didapat atau langka. Peternak Lovebird susah mencetak Lovebird Biola, tetapi peminatnya sangat banyak, sehingga harganya menjadi mahal.
Meskipun kisah yang dialami Om Lalang, pemilik Pecox Bird Farm (BF) Surabaya. Dua tahun lalu, dia menjual 20 pasang indukan Lovebird Biola dan Parblue sekitar Rp 450 juta. Jadi, setiap pasang Lovebird dibanderol sekitar Rp 22,5 juta. Pun itu, pembelinya Om Ahta menukar rumah 8 x 25 m2 seharga Rp 450 juta dengan 10 pasang Lovebird Biola dan 10 pasang Lovebird Parblue.
Harga Lovebird Biola memang tidak main-main. Selain paling murah saja, Lovebird Biola standar dijual seharga Rp 5,5 juta. Sekiranya warnanya agak unik dan eksotis, dapat naik menjadi Rp 7,5 juta. Ia, kini harganya lebih gila lagi karena Lovebird Biola Euwing Split Blue import dari Thailand (umur 4 bulan) mencapai Rp 55 juta, seperti yang dikutip dari Olx.
23. Lovebird Dakocan
Lovebird Dakocan terdiri dari lima ragam, ialah Lovebird Dakocan original, Lovebird Dakocan hijau, Lovebird Dakocan biru, Lovebird Dakocan ungu, dan Lovebird Semi Dakocan. Lovebird yang mempunyai nama latin Agapornis Personatus ini biasa disebut Masked Lovebird atau Lovebird bertopeng. Ini dikarenakan muka Lovebird Dakocan yang berwarna gelap seperti topeng.
Lovebird Dakocan berasal dari dataran tinggi pedalaman utara dan tengah Tanzania. Kecuali itu, Lovebird ini juga banyak ditemui di Kenya utara dan timur. Lovebird Dakocan sendiri ditemukan pada tahun 1800-an, namun tidak ada impor hingga tahun 1920-an.
Ciri-ciri Lovebird Dakocan memiliki warna tubuh dominan hijau, sebagian warna bulu kepala hitam gelap, dan kerah di leher berwarna kuning. Namun, sebab ada mutasi dan perkawinan silang, warna Lovebird Dakocan menjadi bervariasi, seperti Lovebird Dakocan biru dan Lovebird Dakocan ungu. Lalu, untuk harga Lovebird Dakocan (April 2017) menempuh Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu.
24. Lovebird Euwing
Lovebird Euwing atau Ewing ditemukan pertama kali pada tahun 2004 oleh penangkar Lovebird asal Belanda bernama Piet Verhijde. Kecuali berhasil mencetak Lovebird Euwing dengan mengawinkan indukan Lovebird Lutino Fischeri dan Lovebird hijau standar atau Lovebird Josan.
Saat dinamakan Lovebird Euwing? Karena, Euwing merupakan singkatan dari Eumelamin dan Wing yang artinya sayap. Jadi, sebenarnya keunikan Lovebird Euwing berlokasi pada warna sayapnya yang bercorak hitam dan kuning.
Ciri-ciri Lovebird Euwing memiliki perpaduan warna dominan hitam dan kuning. Kecuali itu, warna bulu dada Lovebird Euwing tereduksi menjadi lebih terang (kuning atau putih) dibandingi dengan warna galur murninya (Wild Type atau Lovebird Green) dan terjadi peningkatan warna gelap atau hitam (Eumelanin) pada kedua sayapnya sehingga berbentuk huruf “V” pada bulu punggung di antara kedua sayapnya, seperti yang dikatakan oleh Irwan Sentosa.
Melainkan Lovebird Euwing ditingkatkan warna gelapnya (Dark Factor) menjadi Dark Euwing (D Euwing) atau Dark Dark Euwing (DD Euwing) maka bulu dada Lovebird Euwing akan lebih tampak lebih gelap (tidak cemerlang). Terakhir, harga Lovebird Euwing diketahui menempuh Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.
25. Lovebird Import Holland dan Taiwan
Lovebird Import dapat dari mana saja, tetapi yang paling banyak berasal dari Holland atau Belanda dan Taiwan. Lazimnya, Lovebird Import ukuran tubuhnya lebih besar dari Lovebird lokal autentik Indonesia. Kecuali itu, warna bulunya lebih bagus dan mengkilat apabila diperbandingkan dengan Lovebird lokal.
Antara Lovebird Holland dan Lovebird Taiwan, katanya lebih bagus Lovebird Holland, terutamanya diamati dari sisi perawakan tubuh dan warna. Tapi, jika diperhatikan dari sisi bunyi, pastinya lebih baik Lovebird Taiwan. Sebab, suara Lovebird Taiwan lebih gacor, keras, dan panjang. Kecuali itu, Lovebird Taiwan lebih mudah menyesuaikan diri dengan cuaca di Indonesia dan mental tempurnya bagus.
Kendati demikian, pada dasarnya Lovebird hanya terdiri dari sembilan ragam saja, seperti Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis), Lovebird Topeng (Agapornis personata), Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae), Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis), Lovebird Fischer (Agapornis fischeri), Lovebird Abisinia (Agapornis taranta), Lovebird Madagaskar (Agapornis cana), Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria), dan Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana).
Tapi, seiring berjalannya waktu, Lovebird kerap disilangkan untuk mewujudkan warna mutasi bulu. Sebagian ragam Lovebird yang kerap disilangkan untuk mewujudkan warna mutasi antara lain, Lovebird Muka Salem, Lovebird Fischer, dan Lovebird Topeng.
Nantinya, setiap variasi Lovebird tadi akan menjadikan warna mutasi baru yang pelbagai jenis. Sedangkan halnya, Lovebird Muka Salem bisa mewujudkan banyak varian warna mutasi, di antaranya Lovebird Lutino, Lovebird Australian Cinnamon, Lovebird Biru Pastel, Lovebird Blorok/Pied, dan Lovebird Albino. Sementara, warna mutasi Lovebird Topeng yaitu Lovebird Biru, seperti yang dikutip dari Sumber-Burung.
Ada lagi hasil mutasi Lovebird yang lebih mengesankan, ialah Lovebird Parblue (Partial Blue). Lovebird variasi ini tergolong langka dan harganya amat mahal. Harga Lovebird Parblue yang menonjol indah dan eksotik bisa dibanderol sebesar Rp 15 juta – Rp 20 juta per ekornya.
Nah, lebih jelasnya, kami akan menunjukkan ragam-ragam variasi Lovebird tercantik komplit dengan gambarnya.
![]() |
| Sumber Gambar: Google Images |
1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)
Lovebird Muka Salem paling gampang ditemui di sebelah selatan Afrika, Namibia, dan Angola. Lovebird jenis ini memiliki perawakan tubuh yang indah. Bagian tubuh komponen bawah berwarna hijau kekuningan. Lazimnya, bulu dahi dan komponen belakang mata berwarna merah. Lalu, pada komponen pipi, leher, dan dada berwarna pink. Sementara, sayap Lovebird Muka Salem berwarna hijau, tapi bagian ujungnya berwarna kebiruan.
2. Lovebird Topeng (Agapornis personata)
Pantas namanya, Lovebird Topeng mempunyai warna gelap di komponen muka. Oleh sebab itu, ia dipanggil Lovebird Topeng. Burung ini pertama kali ditemukan di Timur Laut Tanzania dan dibudidayakan pertama kali di Kenya. Lovebird Topeng memiliki warna dominan hijau. Walaupun begitu, pada bagian dada lazimnya berwarna kuning. Sayangnya, Lovebird jenis ini amat susah dibedakan mana jantan dan betina sebab keduanya hampir sama.
3. Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae)
Lovebird Nyasa punya nama panggilan lain, yaitu burung Lovebird Lilian. Burung yang memiliki warna bulu dominan hijau ini sekiranya disilangkan akan menjadikan warna mutasi yang unik, yakni Lovebird Biru dan Lovebird Lutino. Jikalau Anda tertarik, Anda bisa menemukan banyak Lovebird Nyasa di kawasan Tanzania, Malawi, Mozambik, Zambia tenggara dan Zimbabwe Utara.
4. Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis)
Apabila diamati sekilas, Lovebird Pipi Hitam hampir sama dengan Lovebird Topeng. Tetapi, ternyata sesudah dilihat dengan saksama, yang berwarna hitam cuma komponen pipinya saja. Untuk bagian tubuhnya, hampir keseluruhan berwarna hijau kekuning-kuningan. Burung seperti ini paling menyenangi tinggal di daerah hutan gugur di dekat perairan dan daerah yang banyak mempunyai habitat seperti itu ialah Zambia serta air terjun Victoria, Zimbabwe.
5. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)
Lovebird Fischer pertama kali ditemukan oleh Gustav Fischer yang berasal dari Jerman. Burung ini menonjol begitu cemerlang dengan perpaduan warna merah, orange, kuning, dan hijau. Lovebird Fischer saat ini cukup banyak ditemui di Indonesia. Tapi, kalau Anda berkeinginan menemukannya lebih banyak, Anda dapat berkunjung ke habitat autentik Lovebird Fischer, ialah di tempat Afrika komponen timur, tengah, selatan, tenggara, dan di danau Victoria Tanzania utara.
6. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta)
Lovebird Abisinia tampak agak monoton sebab hanya mempunyai perpaduan dua warna saja, yakni hijau tua dan hitam. Tetapi, jangan salah, Lovebird Abisinia termasuk Lovebird yang paling besar di antara Lovebird yang lain. Kecuali itu, yang membikin Lovebird Abisinia menarik yaitu warna dahinya yang berwarna orange kemerahan. Habitat autentik burung ini berlokasi di komponen selatan Eritrea hingga barat daya negara Ethiopia.
7. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana)
Seandainya Lovebird Abisinia diketahui sebagai Lovebird paling besar, nah sekarang akan kami perkenalkan dengan Lovebird paling kecil, yaitu Lovebird Madagaskar. Sebetulnya, Lovebird Madagaskar bukan burung yang paling kecil. Hanya saja, ukuran tubuhnya relatif lebih kecil jika dibandingi dengan sahabat sebayanya. Bobot tubuhnya saja, sekitar 30 gram. Kecuali itu, macam Lovebird yang satu ini juga sungguh-sungguh gampang dikenali karena cuma mempunyai kombinasi warna hijau dan abu-abu saja. Burung ini amat sulit ditemukan di Indonesia sebab dia tinggalnya di pulau Madagaskar, Afrika.
8. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria)
Masih ingat dengan Lovebird yang dahinya merah? Nah, kali ini berbeda. Karena, yang merah bagian mukanya. Mungkin banyak orang menduga, dia termasuk jenis burung pemalu, tetapi hakekatnya Lovebird Muka Merah tak demikian. Sejak lahir bagian muka dan dahinya sudah berwarna merah. Sekiranya tubuhnya rata-rata berwarna hijau kekuning-kuningan. Populasi Lovebird Muka Merah bisa ditemukan di tempat pesisir pantai Afrika tengah hingga bagian barat Ethiopia.
9. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana)
Lovebird Kerah Hitam termasuk burung Cinta yang langka. Burung ini dapat dikenali dari komponen kerahnya yang berwarna hitam dan lehernya yang berwarna kecoklatan. Tapi, yang paling dominan ialah warna hijau. Di samping itu, ukuran tubuhnya hampir sama dengan Lovebird Madagaskar. Meskipun seperti itu, tetap saja, yang terkecil yaitu Lovebird Madagaskar. Kalau berharap berjumpa dengan Lovebird Kerah Hitam, Anda dapat mengunjungi bagian khatulistiwa negara Afrika.
10. Lovebird Pastel
Lovebird Pastel kerap kali menjadi burung incaran para penggemar Lovebird. Pasalnya, warna bulunya cenderung lebih kalem atau soft sekiranya dibandingi dengan yang lain. Bila lazimnya warna Lovebird itu hijau tua dan kuning, karenanya Lovebird Pastel akan tampil dengan warna hijau muda dan kuning muda. Meskipun seperti itu, ada Lovebird yang warnanya lebih muda dari Pastel, yaitu Dilute. Lovebird jenis Dilute sering kali disebut dengan Lovebird yang memiliki warna bulu yang telah mencair. Nah, Lovebird Pastel yang paling umum dijumpai di Indonesia antara lain, Lovebird Pastel Ijo (Pasjo), Lovebird Pastel Kuning (Paskun), Lovebird Pastel Biru (Pasblue).
11. Lovebird Cobalt
Lovebird Cobalt lebih dikenal masyarakat dengan Lovebird berwarna biru. Karena, hampir keseluruhan bagian tubuhnya berwarna biru (telur asin). Cuma komponen kepala hingga leher yang berwarna abu-abu. Melainkan, ada jenis burung lain yang mirip dengan Lovebird Cobalt, yakni Lovebird Biru Violet. Lovebird jenis ini sama-sama memiliki bulu berwarna biru, cuma saja komponen kepalanya berwarna hitam lengkap dengan kaca mata yang menawan. Kemudian bagian leher dan dada Lovebird Biru Violet biasanya berwarna putih.
12. Lovebird Batman
Pernah mendengar jenis Lovebird Batman? Sedangkan namanya, Lovebird ini mempunyai warna yang cenderung gelap yaitu abu-abu dan putih. Meskipun tidak sepenuhnya berwarna gelap atau hitam, tetapi banyak penggemar burung yang menyebutnya Lovebird Batman. Sekiranya sudah dewasa, Lovebird Batman akan nampak seperti Batman sungguhan. Pasalnya, bagian sayapnya sudah berubah menjadi hitam pekat.
13. Lovebird Merah
Lovebird Merah yakni warna mutasi dari Lovebird variasi lain. Sayangnya, untuk mendapatkan Lovebird Merah betul-betul susah sekali. Kalaupun ada, tidak segala bulunya berwarna merah. Lazimnya, warna merah di bulunya diselingi dengan warna orange, kuning, dan putih. Kalau sangat sulit didapatkan, wajar saja bila harga Lovebird Merah cukup mahal. Untuk Lovebird Merah yang masih muda umumnya dibanderol sekitar Rp 1 jutaan. Harga segitu untuk Lovebird yang warna merahnya tercampur dengan warna lain atau blorok. Seandainya warnanya polos merah, mungkin lebih mahal lagi.
14. Lovebird Albino
Beberapa dari Anda pasti sudah pernah mengamati Lovebird Albino. Ya, Lovebird dengan warna bulu putih polos ini memang cukup unik karena tak mempunyai ragam warna lain. Jika orang menyukai burung jenis ini sebab kelihatan bersih. Lovebird Albino cukup langka di Indonesia, tetapi harganya tidak semahal Lovebird Merah. Sekiranya harga Lovebird Merah mencapai Rp 1 jutaan saat masih muda, karenanya harga Lovebird Albino cuma Rp 700 ribuan saja.
15. Lovebird Olive
Lovebird Olive yaitu salah satu dari tiga jenis Lovebird berwarna hijau. Lovebird warna hijau ada tiga macam, di antaranya Hijau Standard atau WildColour, Dark Green (Hijau Tua), dan Double Dark Green (DD Green) atau biasa disebut Olive. Jadi, kalau Anda menjumpai Lovebird dengan warna hijau yang sangat tua, sudah pasti itu ialah Lovebird Olive. Bagian warna hijau ini tak menyelimuti keseluruhan tubuhnya, melainkan hanya komponen dada, sayap, punggung, sampai ujung ekor saja. Untuk kepalanya sendiri, umumnya berwarna orange, kuning, dan pink.
16. Lovebird Parblue
Lovebird Parblue merupakan akronim dari kata Partial Blue (sebagian biru). Ini artinya Lovebird Parblue mempunyai warna bulu yang beberapa biru, namun untuk kepala umumnya cukup kontras dengan warna birunya. Setelah, warna kepala dapat berwarna kuning, orange, dan putih. Lovebird Parblue pertama kali ditemukan oleh Felix de Valle dari Amerika. Variasi itu, Lovebird Parblue dikembangkan ke daratan Eropa, sampai hasilnya sampai ke Indonesia. Jenis Lovebird Parblue yang paling tenar di dunia merupakan Lovebird Fischer Parblue dan Lovebird Persotana Parblue.
Untuk mencetak Lovebird Parblue, sebenarnya tak terlalu susah melainkan dana yang dikeluarkan cukup besar. Pasalnya, indukan untuk mewujudkan Lovebird Parblue umumnya mahal. Selain Anda berharap menciptakan Lovebird Parblue seharga Rp 30 juta, maka Anda wajib membeli Lovebird Biola seharga Rp 10 juta dan Lovebird Parblue seharga Rp 10 juta.
Nantinya, kalau Anda mujur, maka anakannya ialah Lovebird Biola Parblue yang bisa dijual seharga Rp 30 juta. Selain itu, sekiranya Anda berharap mencetak Lovebird Parblue Personata, Anda bisa menyilangkan Lovebird Parblue dengan Lovebird Batman.
17. Lovebird Blorok
Lovebird Blorok termasuk salah satu variasi Lovebird yang unik. Karena, warna bulunya tak senantiasa memiliki dominan warna tertentu. Warna bulu Lovebird Blorok biasanya semburat antara warna putih dengan warna yang lain. Beberapa jenis Lovebird Blorok merupakan Lovebird Parblue Blorok dan Lovebird Merah Blorok. Lovebird jenis ini amat mudah dikenali karena warnanya tampak seperti gradasi dari warna-warna yang lain.
Untuk menjadikan warna Lovebird Blorok, Anda mesti menyilangkan macam Lovebird yang berbeda. Kalau, menyilangkan Lovebird Lutino dengan Lovebird Dakori. Nantinya, kemungkinan anakan Lovebird yang muncul yaitu Lovebird Blorok hijau atau Lovebird Green Series.
18. Lovebird Halfsider
Lovebird Halfsider ialah Lovebird yang paling langka dan sungguh-sungguh sulit dikembangbiakkan. Lovebird ragam ini mempunyai perpaduan warna yang unik, merupakan separuh warna putih setengahnya lagi warna kuning. Jadi, jikalau dipandang dari samping, seperti terdapat dua ekor burung dalam satu kandang. Keunikan perpaduan Lovebird Halfsider juga cukup aneh karena berada tepat di tengah-tengah garis tubuhnya. Untuk harga, tak perlu ditanyakan lagi. Bila Lovebird biasa harganya Rp 750 ribu, maka harga Lovebird Halfsider dapat menempuh 20 kali lipat dari harga Lovebird awam.
19. Lovebird Lutino
Lovebird Lutino diketahui mempunyai warna bulu dominan kuning dan merah. Lazimnya, bagian tubuhnya berwarna kuning, sementara bagian kepala berwarna merah atau orange. Burung ini termasuk mempunyai poin jual karena warnanya yang cerah. Lovebird Lutino berusia 2 – 3 bulan dipasarkan seharga Rp 400 ribu, sementara Lovebird Lutino umur 5 – 6 bulan bisa menempuh Rp 700 ribu. Lovebird tipe ini juga sering kali diikutkan laga, terpenting pertandingan kecantikan warna dan kicauan.
Ragam Lovebird Lutino sendiri cukup pelbagai, seperti Lovebird Lutino Golden Cherry (warna kuning, mata gelap), Lovebird Lutino Albino (warna putih, mata merah), Lovebird Lutino (warna kuning mata merah), Lovebird Cinnamon (kecokelatan), dan Lovebird Pied (Bercak-bercak atau blorok).
Untuk mencetak Lovebird Lutino, paling gampang dengan mengawinkan Lovebird pejantan hijau normal dengan Lovebird Lutino betina. Lazimnya, kombinasi pasangan Lovebird ini akan mendapat anakan Lovebird Lutino dengan tingkat akurasi 60 persen pada generasi pertama.
20. Lovebird Australian Cinnamon
Lovebird Australian Cinnamon lebih mirip dengan Lovebird Pastel, di mana warna bulunya lebih soft dan kalem. Melainkan, jika keduanya disejajarkan, maka yang paling kelihatan soft adalah Lovebird Australian Cinnamon. Pasalnya, hampir keseluruhan warna tubuh Lovebird Australian Cinnamon menonjol lebih muda dari warna bulu Lovebird yang lain. Bila dilihat dari jarak jauh, sepertinya varian warnanya tak akan terlihat dan lebih jelas terlihat warna putihnya saja.
21. Lovebird Violet
Lovebird Violet adalah tipe Lovebird yang mengubah warna blue normal di area sponge menjadi warna violet. Lovebird Violet mempunyai factor (penurunan sifat) single (SF) dan Double (Double). Untuk mencetak mutasi warna Lovebird Violet, salah satu indukan wajib jenis Lovebird Violet, baik itu jantan ataupun betina.
Ciri-ciri Lovebird Violet memiliki warna bulu biru keunguan atau yang lazim disebut Violet. Warna bulu tersebut nampak di bagian sayap dengan ujung berwarna hitam. Tidak, di bagian perut Lovebird berwarna putih, kepalanya dominan hitam, dan paruh putih pucat atau orange tua.
Saat cuma itu, Lovebird Violet mempunyai varian warna lain yang dinamakan Lovebird Pastel Violet. Warna bulu variasi Lovebird ini dominan putih namun ada warna pastel violet di komponen punggung dan sayapnya. Harga Lovebird Violet dibanderol mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung tempat dan usianya.
22. Lovebird Biola
Salah satu jenis Lovebird yang paling mahal adalah Lovebird Biola atau Opaline Fischeri. Mahalnya harga Lovebird Biola tidak lepas dari ketersediaannya yang cukup sulit didapat atau langka. Peternak Lovebird susah mencetak Lovebird Biola, tetapi peminatnya sangat banyak, sehingga harganya menjadi mahal.
Meskipun kisah yang dialami Om Lalang, pemilik Pecox Bird Farm (BF) Surabaya. Dua tahun lalu, dia menjual 20 pasang indukan Lovebird Biola dan Parblue sekitar Rp 450 juta. Jadi, setiap pasang Lovebird dibanderol sekitar Rp 22,5 juta. Pun itu, pembelinya Om Ahta menukar rumah 8 x 25 m2 seharga Rp 450 juta dengan 10 pasang Lovebird Biola dan 10 pasang Lovebird Parblue.
Harga Lovebird Biola memang tidak main-main. Selain paling murah saja, Lovebird Biola standar dijual seharga Rp 5,5 juta. Sekiranya warnanya agak unik dan eksotis, dapat naik menjadi Rp 7,5 juta. Ia, kini harganya lebih gila lagi karena Lovebird Biola Euwing Split Blue import dari Thailand (umur 4 bulan) mencapai Rp 55 juta, seperti yang dikutip dari Olx.
23. Lovebird Dakocan
Lovebird Dakocan terdiri dari lima ragam, ialah Lovebird Dakocan original, Lovebird Dakocan hijau, Lovebird Dakocan biru, Lovebird Dakocan ungu, dan Lovebird Semi Dakocan. Lovebird yang mempunyai nama latin Agapornis Personatus ini biasa disebut Masked Lovebird atau Lovebird bertopeng. Ini dikarenakan muka Lovebird Dakocan yang berwarna gelap seperti topeng.
Lovebird Dakocan berasal dari dataran tinggi pedalaman utara dan tengah Tanzania. Kecuali itu, Lovebird ini juga banyak ditemui di Kenya utara dan timur. Lovebird Dakocan sendiri ditemukan pada tahun 1800-an, namun tidak ada impor hingga tahun 1920-an.
Ciri-ciri Lovebird Dakocan memiliki warna tubuh dominan hijau, sebagian warna bulu kepala hitam gelap, dan kerah di leher berwarna kuning. Namun, sebab ada mutasi dan perkawinan silang, warna Lovebird Dakocan menjadi bervariasi, seperti Lovebird Dakocan biru dan Lovebird Dakocan ungu. Lalu, untuk harga Lovebird Dakocan (April 2017) menempuh Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu.
24. Lovebird Euwing
Lovebird Euwing atau Ewing ditemukan pertama kali pada tahun 2004 oleh penangkar Lovebird asal Belanda bernama Piet Verhijde. Kecuali berhasil mencetak Lovebird Euwing dengan mengawinkan indukan Lovebird Lutino Fischeri dan Lovebird hijau standar atau Lovebird Josan.
Saat dinamakan Lovebird Euwing? Karena, Euwing merupakan singkatan dari Eumelamin dan Wing yang artinya sayap. Jadi, sebenarnya keunikan Lovebird Euwing berlokasi pada warna sayapnya yang bercorak hitam dan kuning.
Ciri-ciri Lovebird Euwing memiliki perpaduan warna dominan hitam dan kuning. Kecuali itu, warna bulu dada Lovebird Euwing tereduksi menjadi lebih terang (kuning atau putih) dibandingi dengan warna galur murninya (Wild Type atau Lovebird Green) dan terjadi peningkatan warna gelap atau hitam (Eumelanin) pada kedua sayapnya sehingga berbentuk huruf “V” pada bulu punggung di antara kedua sayapnya, seperti yang dikatakan oleh Irwan Sentosa.
Melainkan Lovebird Euwing ditingkatkan warna gelapnya (Dark Factor) menjadi Dark Euwing (D Euwing) atau Dark Dark Euwing (DD Euwing) maka bulu dada Lovebird Euwing akan lebih tampak lebih gelap (tidak cemerlang). Terakhir, harga Lovebird Euwing diketahui menempuh Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.
25. Lovebird Import Holland dan Taiwan
Lovebird Import dapat dari mana saja, tetapi yang paling banyak berasal dari Holland atau Belanda dan Taiwan. Lazimnya, Lovebird Import ukuran tubuhnya lebih besar dari Lovebird lokal autentik Indonesia. Kecuali itu, warna bulunya lebih bagus dan mengkilat apabila diperbandingkan dengan Lovebird lokal.
Antara Lovebird Holland dan Lovebird Taiwan, katanya lebih bagus Lovebird Holland, terutamanya diamati dari sisi perawakan tubuh dan warna. Tapi, jika diperhatikan dari sisi bunyi, pastinya lebih baik Lovebird Taiwan. Sebab, suara Lovebird Taiwan lebih gacor, keras, dan panjang. Kecuali itu, Lovebird Taiwan lebih mudah menyesuaikan diri dengan cuaca di Indonesia dan mental tempurnya bagus.
25 Variasi Lovebird yang Patut Anda Kenal
Reviewed by Unknown
on
Oktober 30, 2017
Rating:
Reviewed by Unknown
on
Oktober 30, 2017
Rating:

Terima kasih gan artikelnya ,tp kurang lengkap g ada gambar burungnya nih hehe
BalasHapuscara merawat Kacer.